Lapisan-Lapisan Bumi
Litosfer, bagian terluar dari planet Bumi, merupakan lapisan batuan padat yang meliputi kerak bumi dan sebagian mantel atas. Istilah litosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'lithos' yang berarti batuan dan 'sphere' yang berarti lapisan. Lapisan ini memiliki peran krusial dalam berbagai fenomena alam dan kehidupan di Bumi.
Struktur Lapisan Bumi
Kerak Bumi (Crust)
Lapisan terluar litosfer ini terbagi lagi menjadi dua jenis:
- Kerak Benua (Continental Crust): Tebal, terdiri dari batuan granit yang didominasi oleh silika dan alumina.
- Kerak Samudra (Oceanic Crust): Tipis, terdiri dari batuan basal yang didominasi oleh silika dan magnesium.
-
Mantel Bumi (Mantle)
Lapisan di bawah kerak bumi ini merupakan lapisan batuan silikat yang kental. Suhu dan tekanannya meningkat seiring kedalaman. Mantel bumi berperan penting dalam pergerakan lempeng tektonik.
Karakteristik Mantel Bumi
- Ketebalan: Mantel bumi memiliki ketebalan sekitar 2.900 kilometer (1.800 mil).
- Komposisi: Mantel bumi didominasi oleh batuan silikat, kaya akan magnesium dan besi. Komposisi pastinya bervariasi seiring kedalaman.
- Suhu: Suhu mantel bumi meningkat seiring kedalaman, mulai dari sekitar 1.000 derajat Celcius di batas atas hingga sekitar 3.700 derajat Celcius di batas bawah.
- Keadaan Materi: Mantel bumi tidak sepenuhnya padat maupun cair, melainkan bersifat viscous atau kental. Batuan mantel dapat mengalir secara perlahan dalam skala waktu geologis.
Lapisan terdalam Bumi ini terbagi menjadi dua:
- Inti Luar: Cair, terdiri dari besi dan nikel.
- Inti Dalam: Padat, juga terdiri dari besi dan nikel, namun dalam fase padat akibat tekanan yang sangat tinggi.
Leave a Comment